Partner Sejati Untuk Kartu Bersahabat www.ArtisQQ.com | STATUS BANK : BCA - ONLINE | MANDIRI - ONLINE | BNI - ONLINE| BRI - ONLINE | DANAMON - ONLINE

Menyapa Mbah Kijem, Penghuni Gua Terpencil dan Curam di Pantai Selatan Jawa Oleh ArtisQQ Bandar Poker Paling Terpercaya


Menyapa Mbah Kijem, Penghuni Gua Terpencil dan Curam di Pantai Selatan Jawa


http://www.artisqq.org/?ref=011183
ArtisQQ - Gunungkidul - Sebuah gua yang dinamai warga sekitar Gua Langse di Kabupaten Gunungkidul berada di tengah tebing menghadap langsung ke pantai selatan. Lokasinya yang berada di mulut tebing membuat tak sembarang orang berani ke sana. Bahkan tak semua warga sekitar berani mendatangi gua tersebut karena medannya yang curam tanpa pengaman yang memadai.

Namun di tengah segala keterbatasan itu, hidup seorang nenek tua yang telah tinggal di gua itu selama 48 tahun.

"Iya, sejak tahun 1968 saya sudah di sini. Tidak ada rasa ingin kembali ke rumah," ujar wanita sepuh bernama Sakijem (62). Hal ini diceritakan Sakijem dalam bahasa Jawa Krama Inggil di Gua Langse pada awal Oktober 2016 lalu. 

Gua ini terletak di Dusun Gabuk, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tak banyak wisatawan yang datang ke sini. Hampir semua pengunjungnya datang untuk tujuan spiritual. 
Gua ini menjadi tempat pertapaan yang dianggap memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi beberapa orang. Saat bulan Suro dalam penanggalan tiba, berbondong-bondong orang akan datang ke gua ini untuk melakukan berbagai kegiatan mulai dari bertapa hingga ritual. 

Kembali soal Sakijem, dia adalah salah seorang yang datang ke gua ini untuk tujuan spiritual. Pada tahun 1968, saat pertama kali wanita yang akrab disapa mbah Kijem ini mulai tinggal di sini, tak ada orang yang mau mendatangi gua ini. 

Sebab aksesnya yang ekstrem memang tak sembarangan orang bisa melaluinya. Namun kata Kijem, saat ini sudah jauh lebih mudah dilalui dibanding saat dia datang pertama kalinya. 

"Dulu saya ke sini jalannya hanya pegangan akar-akar pohon saja," tutur Kijem. 

Di dalam gua yang lebar mulutnya sekitar 5 meter ini, Kijem tinggal sendirian bersama seekor anjing yang dinamakan Bambang. Di sisi kiri mulut gua, Kijem menata beberapa meja dan sebuah lemari kayu untuk tempatnya memasak. 

"Saya di sini bisa masak apa saja. Melayani yang datang ke sini," imbuhnya. 
Begitu masuk ke dalam gua, ada tangga menurun yang sudah tertata rapi menuju ke sebuah ruang yang lebih luas lagi. Di tempat ini lah, kerap para petapa berdiam diri untuk beberapa waktu. Sedangkan di sisi kiri ruangan tersebut, terdapat rongga memanjang yang biasa digunakan Kijem tidur setiap harinya. Tak ada kasur di sana, yang ada hanya hamparan dua lapir tikar dan beberapa barang kebutuhannya.

Kebutuhan airnya baru bisa didapatkan Kijem pada sekitar tahun 2000 yang lalu. Setelah Paguyugan Puromo Sidi memasang pipa air menuju sebuah bagunan pertapaan di sisi timur Gua Langse. 

"Kalau dulu ya angkut air dari atas atau air hujan saja," cerita Kijem sambil tersenyum. 
Bagi Kijem, terjal dan curamnya perjalanan menuju Gua Langse bukan menjadi hambatan baginya untuk tetap tinggal di sini. 

"Hati saya rasanya tentram di sini. Sudah tidak ingin pulang lagi ke rumah Solo," tutur Kijem. 

Gua ini bisa ditempuh selama 15 menit perjalanan dari Pantai Parangtritis, Bantul dengan kendaraan bermotor. Jalannya yang menanjak curam harus dilalui dengan sangat hati-hati. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki menuju pinggir tebing sejauh kira-kira 500 meter melewati hutan jati. 

Begitu menemui beberapa bongkah batuan besar, artinya pengunjung sudah berada di 'pintu gerbang' Gua Langse. Melalui sela-sela batuan itu, perjalanan menuruni tebing dimulai. Beberapa kali sisi tebing yang bidangnya vertikal, telah dipasangi tangga kayu. Terdapat 10 tangga kayu yang dipasang di sepanjang jalur menuju Gua Langse. 

Tak sepanjang jalur bisa dipasangi tangga kayu. Beberapa jalurnya pengunjung harus menyusuri tepian tebing yang lebarnya hanya sekitar 50 cm dan tepinya jurang pantai laut selatan. 


Perjalanan sejauh kira-kira 300 meter ditempuh kira-kira 1 jam bagi pemula yang baru pertama kali menyusuri jalur ini.


ArtisQQ | Bandar Q | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ | Bandar99 | Bandar Poker Paling Terpercaya





Hanya Gara-gara Pintu Rumah Digedor, Ferdi Emosi dan Bacok Tetangganya


Hanya Gara-gara Pintu Rumah Digedor, Ferdi Emosi dan Bacok Tetangganya

http://www.artisqq.org/?ref=011183
ArtisQQ - Jakarta - Kesal pintu rumahnya digedor, Tjong Ferdi Ciwontara alias Ferdi (38) tega menganiaya tetangganya sendiri dengan pisau daging. Korban mengalami luka bacok di bagian tangan dan kaki.

"Jadi cuma hanya emosi sesaat saja, pelaku tak terima langsung mengambil pisau dan menganiaya korban," ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Utara, Kompol Sungkono dalam keterangannya . Selasa (11/10/2016). 

Penganiayaan ini terjadi pada hari Senin (10/10) sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Budi Mulia RT 04/5 Pademangan, Jakarta Utara. Saat kejadian, korban yang merupakan tetangganya menggedor pintu gerbang rumah pelaku.

Sempat terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Sungkono mengatakan, pelaku yang kesal lalu mengambil dua pisau daging dari dalam rumah lalu membacok korban. 

"Korban mengalami luka di bagian tangan dan kaki, sementara pelaku langsung diamankan ke Polsek Pademangan," sebut dia.

Polisi dari Polsek Pademangan yang datang langsung mengamankan pelaku. Pelaku kemudian diperiksa di RS Polri Kramat Jati, dan diketahui mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga : Gadis Penyandang Disabilitas Diduga Dicabuli, Ibu Korban Lapor Polisi

"Pelaku dibawa ke RS Polri untuk dites kejiwaan ternyata mengalami gangguan jiwa," kata Sungkono.


ArtisQQ | Bandar Q | BandarQQ | Domino 99 | DominoQQ | Bandar99 | Bandar Poker Paling Terpercaya